Tambang!!! untuk menarik? mengikat? mengekang?

Dah lama gak ngeposting cuap-cuap disini, disamping internet kantor yang dicabut (loh kok kantor? itu tempat kerja..hehehe) dan kartu internet di modem lupa ngisi karena sibuk tidur (hihihi) ditambah lupa nomornya (maklum dah tua).

Oya, mau balik ke tujuan awal saya ngeblog aja ah, saya gak mau mengategorikan blog saya dengan istilah travel blog, culinary blog, photography blog atau apalah, saya mau menjadikan blog ya sebagai ajang saya belajar nulis aja, ya bisa dibilang antah berantah blog lah (hihihi).

Kalau sebelumnya saya membahas tentang berbagai tempat menarik di Sulawesi Selatan karena memang keterpaksaan domisili saya di daerah tersebut (melas amat sih ane hehehe) kali ini mau sesuatu yang beda. Ya kan momennya pas mau ganti tahun, boleh donk beda, hehehe. Saya mau mencoba membahas dunia pertambangan, bukan dunia tali temali atau lomba 17 Agustus loh 🙂 tapi dunia eksplorasi dan eksploitasi kekayaan dan Sumber Daya Alam, ya kali aja yang baca blog saya Menteri Negara ESDM kan lumayan bisa ditarik jadi asisten cuci mobilnya, hihihi.

Karena asal saya dari sebuah kecamatan di lereng gunung Merapi, tepatnya di kecamatan Muntilan kabupaten Magelang, maka dunia tambang yang saya tahu hanya penambangan pasir dan batu sisa-sisa erupsi gunung Merapi alias pertambangan bahan galian C (kasian banget deh ane ya, kuper). Dari pengamatan saya akan kondisi sekitar pertambangan, selama ini kebanyakan hanya dampak negativ dari pertambangan yang saya dapat, mulai kerusakan alam yang berakibat longsor dan banjir, bahkan jebolnya beberapa jembatan karena tergerusnya pondasi jembatan karena penambangan masiv di hilir sungai, jalanan rusak karena kendaraan berat melebihi tonase yang lewat, dan sebagainya. Untuk segi positiv hanya sebatas peningkatan ekonomi masyarakat yang gak seberapa dibanding kerusakan yang timbul akibat pertambangan yang dilakukan. Entah karena saya kuper atau memang karena habitat saya yang hanya melihat pertambangan bahan galian C, maka sudut pandang saya dalam melihat berbagai jenis penambangan lain baik skala kecil maupun besar sudah negativ, penambangan apapun akan memberikan imbas kerusakan alam disana-sini.

Jika aktivitas pertambangan skala kecil saja berdampak begitu negativnya, bagaimana sebuah pertambangan besar yang mengeruk berton-ton mineral perut bumi dalam sehari? bagaimana sebuah tambang yang menyedot jutaan liter minyak sehari? kerusakan masiv seperti apakah yang timbul? Mulai dari kerusakan alam, kerusakan sarana prasarana, dan mungkin kerusakan sosial yang timbul di lokasi sekitar pertambangan. Karena kepicikan pikiran saya ini, mendorong rasa ingin tahu saya akan dunia nyata pertambangan skala besar, apakah perusahaan-perusahaan pengelola pertambangan melakukan hal-hal preventiv dan konstruktiv dalam menanggulangi berbagai dampak eksplorasi dan eksploitasi sumber daya alam yang mereka lakukan.

Jadi, apakah dunia tambang itu benar-benar menarik dari segi pendapatan? menarik dari pengelolaan? menarik bagi kehidupan masyarakat sekitar? Mengikat peraturan-peraturan yang seharusnya dipatuhi dalam mengeruk sumber daya alam? atau mengekang hak-hak warga sekitar lokasi pertambangan?
“Kita tidak pernah akan tau suatu hal jika kita tidak pernah mau belajar dan terjun langsung dalam sesuatu yang awam bagi kita

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s